Carut Marut Surat Utang Negara

Posted: April 18, 2008 in Perbankan

Ibarat sebuah tsunami yang mengamuk, penurunan harga surat berharga yang dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yaitu Surat Utang Negara (SUN) mengalami penurunan harga yang mulai berpengaruh terhadap perbankan. Dilantai bursa harga beberapa saham bank bergejolak. Hal ini dapat dilihat pada salah satu contoh Bank BCA, kalau tidak salah saya sesuai dengan informasi dari Koran Nasional Bisnis Indonesia tanggal 18 Maret 2008, menunjukkan harga Rp. 2976, karena jatuhnya harga SUN dilantai bursa saham BCA juga ikut-ikutan anjlok menajdi Rp. 2749. Disamping itu juga dipengaruhi oleh banyaknya sun yang beredar (dijadikan untuk kebutuhan likuitidas) bukan sebagai investasi jangka panjang, karena banyaknya penjualan tersebut maka hal ini yang membuat harga SUN berjatuhan (merosot).Oleh karena itu pemerintah sendiri dianjurkan untuk dapat mengambil tindakan yang tepat guna mengendalikan kestabilan harga SUN (qq. Depkeu RI). Hal ini menurut saya dikarenakan SUN merupakan suatu benchmark bagi surat berharga lainnya. Untuk itu bagi pemegang surat berharga dalam bentuk SUN ini, disarankan alangkah lebih baiknya dulu walalupun harga SUN terjadi gonjang ganjing (informasi diberbagai media baik visual maupun non visual) untuk tetap mempertahankan kepemilikan sun ini, hal ini dengan alasan karena SUN tersebut merupakan surat pengakuan utang negara Republik Indonesia, jadi tak ada yang namanya istilah default (gagal bayar).

Menurut hemat saya lebih baik para investor untuk memiliki SUN jenis Fixed Rate (FR), karena harga SUNFR ini lebih tinggi dibandingkan dengan surat berharga lainnya (khususnya untuk perusahaan).

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari berbagai sumber yang dicoba untukdirekap dapat dilihat bahwa SUN FR & VR mempunyai struktur permintaan yang lebih kuat yaitu sebesar 54% & 36% dari seluruh total Surat Berharga Negara lainnya. Hal ini disebabkan Obligasi berbunga tetap (fixed rate bonds–FR) memiliki tingkat kupon yang ditetapkan pada saat penerbitan, dan dibayarkan secara periodik setiap enam bulan sekali (semi-annual). Berdasarkan posisi akhir tahun 2007 s.d Maret 2008, terdapat 41 seri FR dengan tingkat kupon berkisar antara 9.00% s/d  (FR0048 & FR0049, jatuh tempo 15 Nopember (2013) & 15 Nopember 2018) sampai 15,575% (FR0014, jatuh tempo 15 Nopember 2010), dengan masa jatuh tempo berkisar antara tahun 2008 sampai 2038. Selain itu SUN FR dapat diperdagangkan dan dipindahtangankan kepemilikannya di pasar sekunder.

Sedangkan Obligasi berbunga mengambang memiliki tingkat kupon yang ditetapkan secara periodik berdasarkan tingkat bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) berjangka 3 bulan. Kupon dibayarkan secara periodik setiap 3 (tiga) bulan. Sampai akhir tahun 2007 s.d Maret 2008, terdapat 18 seri VR yang masa jatuh temponya berkisar antara tahun 2008 sampai dengan 2020. Obligasi jenis VR dapat diperdagangkan dan dipindahtangankan kepemilikannya di pasar sekunder.

Disamping itu Perdagangan Surat Utang Negara (SUN) pada pasar sekunder di Bursa termasuk ORI pada tahun 2007 mencapai Rp 1.070 triliun, mengalami kenaikan sebesar 52,892 % dari Rp 699,84 Triliun pada tahun 2006. Frekuensi transaksi di tahun 2007 mencapai 51.551 kali atau naik sebesar 59,7% dibandingkan tahun 2006 yang tercatat sebesar 32.276 kali. Rata-rata transaksi harian naik dari Rp 2,85 Triliun perhari pada tahun 2006 menjadi Rp 4,37 Triliun per hari pada tahun 2007 atau naik 53,33%. Sedangkan total SUN yang diterbitkan oleh Pemerintah hingga saat ini terdapat 64 seri Obligasi Negara dengan nilai nominal sebesar +/- Rp. 473 triliun yang telah diperdagangkan di bursa. Dengan kondisi tingkat bunga yang terus menurun dan tingkat bunga Deposito yang telah berada pada kisaran 6.5% s.d 7,25%  SUN menjadi investasi favorit dalam lembaga keuangan dimana pemilik terbesar adalah Reksadana, perusahaan asuransi diikuti oleh Perusahaan Sekuritas, Dana pensiun dan korporasi lainnya (diolah dari berbagai sumber).

Preferensi struktur SUN domestik tahun 2008 adalah sebagai berikut :

Surat Perbendaharaan Negara (SPN) sebesar 4%.

Zero Coupon (ZC) sebesar 6%.

Fixed Rate (FR) sebesar 54%.

Variable Rate (VR) sebesar 36%.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s