cagar budaya (sejarah)

Posted: August 14, 2008 in padang tacinto

ah..ngak enak rasanya kalau kita lahir dan tinggal di ranah minang, jika kurang memperkenalkan budaya kita sendiri. Sumatera Barat…ya itulah salah satu propinsi yang memiliki pariwisata kebudayaan dan kuliner yang luar biasa bahkan bisa dikatakan sangat unik hingga terkenal sampai ke penjuru dunia. Berikut saya ingin memperkenalkan beberapa tempat pariwisata (baik itu kota sejarah, adat istiadat, makanannya, tempat pariwisata, pantai, dan lain-lain sebagainya, berikut cagar budaya sejarah kota padang tacinto :

Museum Adhytiarwaman – Salah satu museum budaya terpenting yang ada di Sumatera Barat khususnya di Kota Padang. Bentuk (Arsitektur) museum ini berbentuk Rumah Gadang Minangkabau dengan taman yang sangat luas dan ditumbuhi oleh pepohonan yang Imagerimbun dan asri. Berbagai macam benda2 budaya Minangkabau seperti pakaian,  alat transportasi, makanan, ragam hias, alat kesenian mata uang yang pernah beredar, replica berbagai situs dan prasasti diperagakan dengan rapih di museum ini.  Miniatur Pedati dan Bendi serta pesawat perang peninggalan PD II melengkapi penataan tamannya yang luas.

Bukit Lampu – Merupakan salah satu peninggalan  jaman Belanda berupa Lampu Mercusuar dimana juga terdapat benteng pertanahan (lobang) yang memiliki lorong-lorong panjang. Letaknya di daerah Bungus, Teluk Kabung  18 Km di arah selatan Kota Padang pada Imagesebuah bukit dan di tepi jurang arah ke laut Samuda Hindia. Lampu Mercusuar ini sampai sekarang masih tetap dipakai sebagai pedoman oleh kapal-kapal yang berlayar di sekitar daerah tersebut. Pemandangan dari arah Bukit Lampu ke bawah sangat mempesona. Dari tempat ini kita dapat menyaksikan matahari terbenam di senja hari. Banyak muda-mudi menghabiskan sisa-sisa masa mudanya untuk bengcekerama dengan seukir janji disini. Tidak siang hari pada malam hari kilauan lampu dari kapal nelayan maupun kapal-kapal yang sedang merapat di Teluk Bayur merupakan panorama yang mengesankan, demikian juga  ke arah Samudera Hindia, atau Pelabuhan Teluk Bayur, serta Pantai Bungus yang berpasir putih.

Gedung Joang 45 – Satu lagi peninggalan sejarah yang paling penting bagi Sumatera Barat khususnya di kota Padang adalah Gedung Joang 45. Gedung tersebut merupakan saksi bisu perjuangan para pejuang Indonesia (khususnya dari Padang) untuk mempertahankan negeri Imageini dari penjajahan. Gedung tersebut didirikan pada tahun 1909 dan dahulunya merupakan kantor Perwakilan Dagang Jerman di pantai Barat Sumatera. Kemenangan Jepang pada Perang Asia Timur Raya tanggal 17 Maret 1942 membuat kepemilikan gedung ini berpindah ke tangan serdadu Jepang dan mereka menjadikan gedung ini sebagai markas pasukan yang juga berfungsi sebagai penjaga keamanan pantai dan kawasan barat Kota Padang. Akhir dari Perang Asia Timur ditandai dengan bertekuk lututnya Jepang terhadap sekutu. Imbas dari keadaan ini peta kekuatan pasukan  Jepang mulai melemah teruma dikawasan pantai barat pulau Sumatera. Pasukan Jepang pun mulai tidak berdaya menghadapi perlawanan dan serangan masyarakat Kota Padang sehingga gedung  bekas konsulat dagang Jerman ini  ditinggalkan begitu saja oleh pasukan Jepang. Pada saat  itu, semua tentara jepang berkumpul di tangsi militar yang berlokasi di daerah ganting. Jadi buat yang suka berpariwisata ke tempat-tempat bersejarah belum lengkap rasanya jika tidak mengunjungi tempat ini. berbagai macam benda-benda bersejarah seperti foto-foto perjuangan , senjata, peta-peta kuno, dan banyak lagi yang dapat ditemui di Gedung Juang ini.Image

Balai kota – Bagi kita yang pernah mengurus dokumen kependudukan, izin usaha, dan sebagainya, pasti tahu dong kantor balai kota padang, ya itu lah gedung yang sekarang lebih banyak digunakan sebagai kantor Bapak Walikota Padang. Walaupun balai kota yang merupakan peninggalan sejarah masa lampau telah dijadikan kantor, tetapi keunikan dari jaman peninggalan belanda dulu masih terlihat asli lho… gedung ini merupakan momentum sejarah lahirnya kota Padang. Letak yang sangat strategis dekat dengan pusat perbelanjaan kota Padang yaitu Pasar Raya Padang. Buat kita semua yang pingin melihat atau sekedar berjalan-jalan bisa memakai alat transportasi apa saja, karena berbagai macam angkot dengan segala jurusan mampir dekat gedung ini. Jadi ngak usah ragu kalau tersesat di sini karena pusat kegiatan ada disini.

Image

Mesjid Raya Ganting – Mesjid ini merupakan mesjid tertua yang ada di kota Padang, dibangun kalau tidak salah pada tahun 1814 oleh para pemuka agama islam. Mesjid ini terletak didaerah ganting, atau lebih dekatnya sesudah simpang jalan ranah. Bangunan masih terlihat asli walaupun cuma terlihat sedikit di cat ulang dan ada beberapa bagian yang sedang diperbaiki. Buat kita semua untuk melaksanakan ibadah alangkah lebih baiknya kita berkunjung dan melaksanakan ibadah di mesjid ini. Mesjid yang mempunyai halaman cukup dikatakan sangat luas ini persis berada diantara rumah penduduk. Jadi aktivitas mesjid sangat banyak, berbagai macam acara islami dilaksanakan di sini.

Image Padang Kota Lama – Merupakan kawasan kota paling tua di Kota Padang, disepanjang pelabuhan batang arau dan sekitar wilayah pondok terdapat banyak bangunan-bangunan tua yang berderet di sepanjang daerah tersebut. Tapi kebanyakan gedung ini dijadikan sebagai tempat tinggal bahkan menjadi workshop bagi warga keturunan, karena memang banyak warga keturunan yang menghuni bangunan tersebut, jadi perawatan gedung ini kurang baik, tapi walau bagaimanapun peninggalan jaman belanda ini dikit banyaknya masih bisa dinikmati. Masih disekitar Padang kota lama ini kita juga bisa menemukan klenteng yang saat ini telah berusia lebih dari 200 tahun. Klenteng ini masih aktif digunakan oleh warga keturunan sebagai tempat ibadah dan kegiatan lainnya. Diseberang dari pelabuhan batang arau ini terdapat Gunung Padang. Tapi bentuknya bukan gunung yang menjulang tinggi tapi berupa bukit yang landai. Kita bisa mencapai keseberang (gunung padang) bisa menggunakan perahu atau jalan darat melewati jembatan siti nurbaya.

Comments
  1. avartara says:

    Mantaps mah di,….. Anak muda yang begitu peduli dengan lingkungan budayanya,… sangat langka,….
    tulisan adhi ntar diusulkan ke palanta.org ya…..🙂

  2. dhycana says:

    ok,,,,baru mau belajar menulis…trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s