tukang black berry

Posted: April 28, 2009 in Informasi Lainnya

blackberry-curve-21Selain topik pemilu dan perbincangan soal capres, ada satu “agenda nasional” nonpolitik yang juga cukup mengemuka di Tanah air saat ini. Ia bahkan menjadi tren, apalagi kalau bukan BlackBerry yang kini populer disebut BB. Cobal pergi ke pusat-pusat penjualan telepon seluler, kehadiran gerai dealer BB tampil beda dibandingkan dengan lainnya. Kursi yang disediakan untuk calon pembeli pun tidak pernah kosong. Alhasil, staf penjualan terlihat selalu sibuk memperlihatkan contoh-contoh tipe produk telepon selluler yang juga dipakai oleh Presiden AS Barack Obama.

Kata orang, setelah “FB (facebook), lahirlah BB (Black Berry). Klop deh dan kemudian lahir lagi BBBBBB berikutnya. Bukankah dengan telepon secanggih BB membuat pemakaiannya bisa dengan leluasa  ber-facebook ria. Tak pelak lagi, BB sebagai merek dunia, namun tidak banyak yang mengetahui siapa pembuatnya. Tidak seperti nokian, eriksson, motorola, lg, samsung dan lainnya, BB tidak sekaligus mewakili nama pabrikannya.

Bila kondisi dibalik, akan terdengar aneh sekali bila ada telepon seluler bernama Research in Motion (RIM). Namun itulah perusahaan pembuat BB yang berbasis di Kanada. Kesuksesan BB tidak dapat dipisahkan dari kepemimpinan sang komandannya sekaligus pendiri, Mike Lazaridis yang menamatkan pendidikant tingkat atas di Toronto. Semasa remaja, sang CEO ini memang dikenal gemar mengutak-atik apa saja yang dianggapanya bermasalah. Lantaran itu pula oleh teman-temannya. Lazaridisi dijuluki “tukang” (Mr.Fix-It) karena hobinya memperbaiki segala sesuatu. Namun dari kebiasaaan dan talenta yang luar biasa sang pendiri, BB bisa mendunia seperti sekarang. Ada sebuah prinsip yang mendorong Lazaridis untuk senantiasa meningkatkan kualitas dirinya agar bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Itu tampaknya belum cukup, tepatnya dia membanguan sebuah reputasi atau pengakuan, yaitu sebagai tukang atau orang yang bisa mengatasi masalah.

Suatu ketika di high school-nya, Lazaridis mengikuti sebuah kontes untuk memenangi  beasiswa. Dia bersama timnya membuat bel listrik berbentuk kotak. Saat teman-temannya mulai stress menghadapi kerumitan membuat bel, bos BB tersebut justru tenang-tenang saja. Dengan rasa percaya diri yang tinggi, bel listrik itu pun selesai ditangannya. Bosan dengan model perdana, Lazaridis yang masih remaja penasaran untuk membuat produk anyar. Ternyata produk berikutnya jauh lebih memuaskan. Tidak disangka, sejumlah sekolah memesan bel listrik buatan Lazaridis. Uang dari hasil penjualannya digunakan untuk membiayai perkuliahan tahun pertama di Universitas Waterloo. Jiwa wirausaha pria yang tidak terlalu suka tampil formal ini terus terasah. Dua bulan sebelum lulus kuliah, dia menjawab tantangan raksasa otomotif saat itu, General Motors (GM) untuk mengembangkan sistem jaringan pengawas komputer. Mereka menawarkan kontrak senilai Us$500.000. Merasa mampu memberikan sebuah solusi kepada GM, Lazaridis meminta izin rektor agar diberi kelonggaran waktu kuliah.

Awalnya dia tetap memintanya menyelesaikan dulu kuliah. Namun ketika saya menjelaskan soal kontrak tersebut, dia berharap bisa sukses. Bertahun-tahun kumudian, rektor duduk di beberapa dewan direksi bersamanya, termasuk di RIM. Tidak disebutkan siapa rektor tersebut tetapi yang jelas jejak langkah bisnis Lazaridis terlihat semakin mantap sejak menyelesaikan high schoolnya. Dia tidak memungkinkan bahwa kontrak dengan GM merupakan tonggak sejarah yang mengubah perjalanan hidupnya. Apa yang dimulai dari RIM adalah bermodalkan dari kontrak GM.

Oleh karena itu, bila ada orang yang bertanya apa rahasia sukses Lazaridis bersama RIM, hal itu terletak pada lima prinsip dasar, yakni :

1. Jangan takut melakukan hal-hal yang tidak biasa.

2. Berpikirlah jauh ke depan dan wujudkann impian itu.

3. Perhitungkan risiko yang smart, bukan yang lain.

4. Lakukan satu hal dengan hasil prima (RIM fokus pada black berry)

(sourcer : Insight ; edisi minggu “Bisnis Indonesia”)

Comments
  1. artwin says:

    ho.ho baru tau ne… nice article

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s