laporan keuangan (neraca & laba rugi) di mata manajemen

Posted: June 16, 2009 in Manajemen Keuangan

11Berbeda dengan analisis teknikal yang mengandalkan grafik harga dan volume, analisis fundamental sangat berngantung pada laporan keuangan yaitu neraca, laproan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan, sebagai dasar pengambilan keputusannya. Dimata analis fundamental, laporan keuangan bersama dnegan analasisi ekonomi dan analisis industri, hukumnya wajib. Buku-buku investasi pun mengajarkan hal yang sama bahkan ada yang menuliskan kalau harga saham dua pertiganya ditentukan laporan keuangan, tepatnya expected profit.

1. Neraca

Neraca adalah posisi keuangan sebuah perusahaan yang mengangambarkan kondisi harta, utang, dan modal pada tanggal tertentu. Neraca umumnya disajikan dalam bentuk aktiva-pasiva. Disi kiri, akan terlihat semua aset yang ada di perusahaan. Berbeda dengan pamahaman awam, akuntansi tidak mensyaratkan kepemilikan. Aset, menurutu akuntansi, adalah sumber daya ekonomi yang dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas pada masa datang. Walaupun kepemilikan sebuah aset masih di tangan lessor, jika sebuah perusahaan mempunyai hak dan kendali untuk menggunakan aset itu selama masa ekonomisnya, perusahaan tersebut harusmengakuit asetiut sebagai sumber daya ekonominya bersama denganutang jangka panjang yang ditimbulkannya.

Sebaliknya, untuk sebuah aset yang masih bernilai buku tinggi dan sudah 100% dimiliki sekalipun, apabila mesin tesebut sudah tidak dapat menghasilkan pendapatan atau arus kas lagi kedepannya, harus diturunkan atau dihapuskan nilainya di neraca dan diakui biayanya (impairment) di laporan laba rugi. Selain itu, jika dulu aset tetap harus dilaporkan pada nilai bukunya setiap periode, mulai tahun ini perusahaan boleh menggunakan metode revaluasi. Untuk metode nilai buku, masih ada masalah biaya penyusutan. Sesuai dengan prinsip akuntansi matching cost againts revenue, perusahaan perlu mengalokasikan biaya aktiva tetap yang besar dalam beberapa periode manfaatnya.

Untuk itu, manajemen akan menentukan nilai sisa, masa manfaat, dan metode penyusutannya. Nilai buku aset yang dilaporkan di neraca bergantung pada penentuan variabel-variabel di atas, apakah sebuah aset,misalnya kapal terbang, bermasa manfaat delapan atau duabelas tahun dengan nilai sisa 10% atau 25% dan dengan metode penyusutan garis lurus atau saldo menurun ganda, misalnya, ditentukan oleh manajemen.

Aset lancar pun tidak semuanya bebas dari estimasi dan pertimbangan subjektif manajemen. Persediaan harus dilaporkan pada nilai yang lebih rendah antara harga pokok dan pasar, sesuai dengan prinsip konservatisme. Harga pokok sendiri dapat didasarkan pada FIFO (first in, first out), rata-rata atau LIFO (last in, first out).

Adapun piutang dagang dilaporkan pada nilai realisasi bersih yaitu total piutang dikurangi penyisihan piutang tak tertagih. Perhitungan besar penyisihan juga diskresi karena ada metode penyisihan berdasarkan penjualan bersih dan berdasarkan skedul umur piutang dengan persentase yang ditentukan manajemen.

Belum lagi pelaporan nvestasi dalam surat berharga. Akuntansi menyediakan empat kategori untuk ini yaitu sekuritas yang diperdagangkan, tersedia untuk dijual, dipegang hingga jatuh tempo, dan investasi jangka panjang. Metodenya pun ada tiga yaitu biaya amortisir, nilai pasar, dan ekuitas. Intinya banyak angka dalam neraca adalah estimasi, diskresi atau kebijakan manajemen, bukan angka yang tepat atau pasti benar. Dari mana aset perusahaan itu berasal dapat dilihat disisi kanannya. Dalam semua keadaan, pasti ada yang membiayai aset-aset itu, sesuai dengan persamaan akuntansi bahwa aset sama dengan utang plus modal (A=H+M). Jika yang mendanai pemilik disebut modal dan jika sumber dananya dari pihak ketiga dinamai utang. Urutan disisi kredit ini juga menunjukkan urutan pengembalian saat perusahaan dilikuidasi yaitu utang lancar, kemudian utang jangka panjang, dan terakhir modal.

2. Laporan laba rugi

Terkait dengan adanya diskresi manajemen dan kebijakan perusahaan untuk beberapa akun di neraca, laporan laba rugi pun sama. Penentuan biaya penyisihan piutang tak tertagih, biaya penyusutan, biaya amortisasi aktiva tak berwujud ada ditangan manajemen. Inilah kelemahan accrual basis. Laporan laba rugi disusun ke bawah dengan metode multiple step sehingga perusahaan mempunyai banyak istilah biaya dan laba. Ada harga pokok penjualan, biaya adm & umum, biaya/pendapatan lain-lain, dan pos luar biasa.

Konsep laba pun mengenal laba kotor, laba operasi, laba sebelum bunga dan pajak, laba sebelum pajak, dan laba bersih. Investor biasanya sangat berkepentingan dnegan bottom line yaitu laba bersih atau tepatnya laba per saham (EPS). Laba bersih dan eps akan meningkat adalah sinyal positif akan bagusnya fundamental perusahaan dan sering menjadi pemicu kenaikan harga saham saat kondisi normal. Namun investor yang cerdas mestinya mencari tahu sumber kenaikan itu.

Laba berkualitas tinggi jika dihasilkan dari penjualan atau operasi perusahaan karena akan berulang. Laba berkualitas rendah jika berasal dari pendapatan lain-lain seperti pendapatan bunga atau keuntungan penjualan aktiva tetap, apalagi jika disebabkan oleh pos luar biasa seperti keuntungan rekstruktirsasi utang, karena sangat mungkin tidak akan terjadi lagi.

Menyadari adanya kelemahan yang melekat pada laporan laba rugi berdasarkan accrual basis diatas, mulai 1990 standar akuntansi pun mensyaratkan perlunya laporan keuangan yang ketiga yaitu laporan arus kas.

source : Bisnis Indonesia, Edisi Minggu tanggal 14 Juni 2009, penulis Budi Frensidy, staf pengajar FEUI dan penulis buku matematika keuangan, disajikan dalam blogs ini hanya sebagai informasi umum tanpa maksud apapun, padang 16 Juni 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s