GwM apaan itu ?

Posted: October 22, 2010 in Perbankan

Tekanan inflasi serta kondisi ekses likuiditas perbankan yang tinggi dan persisten perlu dikendalikan agar tidak berdampak pada peningkatan ekspektasi inflasi yang dapat berpengaruh pada stabilitas moneter. Selain itu, stabilitas sektor keuangan perlu terus didukung oleh penguatan kondisi sektor perbankan dalam menghadapi berbagai risiko dan pengoptimalan fungsi intermediasi perbankan. Guna mendukung stabilitas moneter dan sektor keuangan perlu dilakukan pengelolaan ekses likuiditas perbankan secara optimal, antara lain melalui kebijakan giro wajib minimum dengan memperhatikan kondisi likuiditas perbankan serta peran bank dalam menjalankan fungsi intermediasi. Maka pada tanggal 4 Oktober 2010 Bank Indonesia mengeluarkan PBI No.PBI No.12/19/PBI2010 tentang pemenuhan giro wajib minimum rupiah dan valas bagi bank umum. Berdasarkan PBI tersebut diatas, saya mencoba memberikan informasi terkait dengan pemenuhan gwm :

I Daftar Istilah
GWM

Jumlah dana minimum yang wajib dipelihara oleh Bank yabg besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari DPK.

GWM Primer

Simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank dalam bentuk saldo Rekening Giro pada Bank Indonesia yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari DPK.

GWM Sekunder

Cadangan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank berupa SBI, SUN, SBSN, dan/atau excess reserve, yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar persetanse tertentu dari DPK.

GWM LDR

Simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh bank dalam bentuk saldo Rekening Giro pada Bank Indonesia sebesar persentase dari DPK yang dihitung berdasarkan selisih antara LDR yang dimiliki oleh bank dengan LDR target.

LDR Target

Kisaran rasio LDR yang dibatasi oleh batas bawah dan batas atas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dalam rangka perhitungan GWM LDR.

Parameter Disinsentif bawah

Parameter pengali yang digunakan dalam perhitungan GWM LDR bagi bank yang memiliki LDR kurang dari batas bawah LDR target.

Parameter Disinsentif atas

Parameter pengali yang digunakan dalam perhitungan GWM LDR bagi bank yang memiliki LDR lebih dari batas atas LDR target.

KPMM Insentif

KPMM yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dalam rangka perhitungan GWM LDR.

Excess Reserve

Kelebihan saldo Rekening Giro Rupiah bank dari GWM Primer dan GWM LDR yang wajib dipelihara di Bank Indonesia.

LDR

Rasio kredit yang diberikan kepada pihak ketiga dalam rupiah dan valuta asing, tidak termasuk kredit kepada bank lain, terhadap dana pihak ketiga yang mencakup giro, tabungan, dan deposito dalam rupiah dan valuta asing, tidak termasuk dana antar bank.

Rasio KPMM

Rasio perbandingan antara modal dengan aset tertimbang menurut risiko sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai Kewajiban Penyediaan Modal Minimum bank umum.

II Periode Pemenuhan GWM
Periode I     (1 – 7) Data DPK Periode III bulan sebelumnya
Periode II    (8 – 15) Data DPK Periode IV bulan sebelumnya
Periode III   (16 – 23) Data DPK Periode I   bulan yang sama
Periode IV  (23 – 30/31) Data DPK Periode II  bulan yang sama
III Besaran Pemenuhan GWM
GWM Rupiah GWM Primer                           8%     dari DPK dalam rupiah

GWM Sekunder                      2,5% dari DPK dalam rupiah

GWM Valuta Asing GWM Primer                           1%     dari DPK dalam valuta asing
IV Besaran LDR Target, KPMM Insentif dan Parameter
LDR Target Batas bawah  LDR Target         78%

Batas atas LDR Target            100%

KPMM KPMM Insentif                           14%
Parameter Disinsentif Disinsentif bawah sebesar         0.1

Disinsentif atas sebesar             0.2

V Pemenuhan GWM LDR Dalam Rupiah

LDR bank berada dalam kisaran LDR Target

GWM LDR bank       0% dari DPK dalam rupiah

LDR bank < Batas bawah LDR Target

GWM LDR bank     0.1 x (Batas bawah LDR target – LDR Bank) x DPK dalam rupiah

LDR bank > Batas atas LDR Target,  KPMM bank < KPMM Insentif

GWM LDR bank     0.2 x (LDR Bank –Batas atas LDR target) x DPK dalam rupiah

LDR bank > Batas atas LDR Target,  KPMM bank =< KPMM Insentif

GWM LDR                   0% x DPK dalam rupiah
VI Data Parameter KPMM Triwulan

Posisi akhir September

Data KPMM digunakan untuk perhitungan GWM LDR dalam rupiah harian untuk bulan Desember, Januari dan Februari.

Posisi akhir Desember

Data KPMM digunakan untuk perhitungan GWM LDR dalam rupiah harian untuk bulan Maret, April dan Mei.

Posisi akhir Maret

Data KPMM digunakan untuk perhitungan GWM LDR dalam rupiah harian untuk bulan Juni, Juli dan Agustus.

Posisi akhir Juni

Data KPMM digunakan untuk perhitungan GWM LDR dalam rupiah harian untuk bulan September, Oktober dan Nopember

VII Jasa Giro GWM

Bank Indonesia memberikan jasa giro setiap hari kerja terhadap bagian tertentu dari pemenuhan kewajiban GWM Primer dalam rupiah apabila telah memenuhi seluruh kewajiban GWM dalam rupiah.

Bagian tertentu tersebut ditetapkan sebesar 3% dari DPK dalam rupiah

Besaran jasa giro

Tingkat bunga 2.5% p.a.

Periode pemberian jasa giro oleh Bank Indonesia

Periode 1 – 7          paling lambat 2 hari kerja setelah tanggal 7 bulan yang sama

Periode 8 – 15        paling lambat 2 hari kerja setelah tanggal 15 bulan yang sama

Periode 16 – 23      paling lambat 2 hari kerja setelah tanggal 23 bulan yang sama

Periode 23 – 30/31 paling lambat 2 hari kerja setelah akhir bulan

VIII Sanksi Pelanggaran GWM
1

Tidak memenuhi kewajiban GWM dalam rupiah

125% x rata-rata suku bunga jangka waktu 1 hari overnight dari JIBOR dalam rupiah pada hari terjadinya pelanggaran terhadap kekurangan GWM dalam rupiah untuk setiap hari kerja pelanggaran

2

Tidak memenuhi kewajiban GWM dalam valuta asing

0.04% x (saldo harian rekening giro valas atau GWM valas – saldo hari rekening giro valas bank yang dicatat pada sistem akunting Bank Indonesia) untuk setiap hari kerja (sanki kewajiban membayar dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs transaksi Bank Indonesia pada hari terjadinya pelanggaran)

3 Pengecualian

Sanksi dikecualikan bagi bank yang mendapatkan insentif kelonggaran pemenuhan kewajiban GWM dalam rupiah sebagaimana diatur dalam PBI tentang insentif dalam rangka konsolidasi perbankan, sepanjang GWM Primer dalam rupiah tidak lebih dari 1% dari DPK dalam rupiah.

4

Sanksi lainnya

Sanksi admnistratif
IX Contoh Perhitungan GWM Rupiah
1

GWM Primer dalam rupiah

Bank A memilik rata-rata harian total DPK dalam masa laporan periode II Nopember (8-15) sebesar Rp. 55 triliun.

GWM untuk masa laporan periode ke IV bulan November yang dipenuhi :

= 8% x Rp. 55 triliun = Rp. 4,4 triliun

2

GWM Sekunder dalam rupiah

Bank A memilik rata-rata harian total DPK dalam masa laporan periode II Nopember (8-15) sebesar Rp. 55 triliun.

GWM untuk masa laporan periode ke IV bulan November yang dipenuhi adalah sebesar :

= 2,5% x Rp. 55 triliun = Rp. 1,375 triliun

X Contoh Perhitungan GWM Valuta Asing
1

GWM dalam valuta asing

Bank A memilik rata-rata harian total DPK dalam masa laporan periode II Nopember (8-15) sebesar USD 100 juta

GWM untuk masa laporan periode ke IV bulan November yang dipenuhi adalah sebesar :

= 1% x USD 100 juta = USD 1 juta

XI Contoh Perhitungan GWM LDR Dalam Rupiah (Tambahan GWM)
1

GWM LDR dalam rupiah (dalam kisaran)

Bank A memilik rata-rata harian total DPK dalam masa laporan periode II Nopember (8-15) sebesar Rp. 55 triliun. Dan LDR Bank sebesar 90%

GWM untuk masa laporan periode ke IV bulan November yang dipenuhi adalah sebesar :

GWM Primer      = 8% x Rp. 55 triliun           = Rp. 4,400 triliun

GWM Sekunder = 2.5% x Rp. 55 triliun        = Rp. 1,375 triliun

GWM LDR           = 0% x DPK dalam rupiah  = Rp. 0

TOTAL GWM                                                             = Rp. 5,775 triliun

2

GWM LDR dalam rupiah (LDR bank < LDR Target)

Bank A memilik rata-rata harian total DPK dalam masa laporan periode II Nopember (8-15) sebesar Rp. 55 triliun. Dan LDR Bank sebesar 50%

GWM untuk masa laporan periode ke IV bulan November yang dipenuhi adalah sebesar :

GWM Primer      = 8% x Rp. 55 triliun                              = Rp. 4,400 triliun

GWM Sekunder = 2.5% x Rp. 55 triliun                           = Rp. 1,375 triliun

GWM LDR            = 0.1 x (78%-50%) x Rp. 55 triliun

= 2.8% x Rp. 55 triliun                             = Rp. 1.540 triliun

TOTAL GWM                                                                                 = Rp. 7,315 triliun

3

GWM LDR dalam rupiah (LDR bank > LDR Target), KPMM Insentif dibawah 14%

Bank A memilik rata-rata harian total DPK dalam masa laporan periode II Nopember (8-15) sebesar Rp. 55 triliun. Dan LDR Bank sebesar 105%, KPPM 12%

GWM untuk masa laporan periode ke IV bulan November yang dipenuhi adalah sebesar :

GWM Primer      = 8% x Rp. 55 triliun                              = Rp. 4,400 triliun

GWM Sekunder = 2.5% x Rp. 55 triliun                           = Rp. 1,375 triliun

GWM LDR             = 0.2 x (105%-100%) x Rp. 55 triliun

= 1% x Rp. 55 triliun                              = Rp.     550 miliar

TOTAL GWM                                                                                 = Rp. 6,325 triliun

4

GWM LDR dalam rupiah (LDR bank > LDR Target), KPMM Insentif diatas 14%

Bank A memilik rata-rata harian total DPK dalam masa laporan periode II Nopember (8-15) sebesar Rp. 55 triliun. Dan LDR Bank sebesar 125%, KPPM 20%

GWM untuk masa laporan periode ke IV bulan November yang dipenuhi adalah sebesar :

GWM Primer      = 8% x Rp. 55 triliun                              = Rp. 4,400 triliun

GWM Sekunder = 2.5% x Rp. 55 triliun                           = Rp. 1,375 triliun

GWM LDR             = 0% x Rp. 55 triliun                               = Rp. 0

TOTAL GWM                                                                                 = Rp. 5,775 triliun

XII Contoh Perhitungan Jasa Giro GWM Dalam Rupiah
1

Metode perhitungan Jasa giro

= {1 + tingkjat bunga efektif tahunan}(1/360) – 1

= {1 + 2.5%}(1/360) – 1

= 0.00686% (dibulatkan 5 digit dibelakang koma)

Apabila bank telah memenuhi seluruh kewajiban GWM (primer, sekunder dan GWM LDR), maka diberikan jasa giro untuk bagian tertentu dari DPK sebesar 3% x rata-rata harian DPK periode bersangkutan.

mau tahu lebih lanjut hubungi saya di dhycana_12@yahoo.co.id or dhycana@gmail.com

follow me twitter : @dhycana and facebook dhycana_12@yahoo.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s