Bentuk Kewajiban Pelaporan Bank Umum Kepada Bank Indonesia

Posted: May 31, 2011 in Perbankan

Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk¬bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Bank umum sebagai lembaga intermediasi keuangan memberikan jasa-jasa keuangan baik kepada unit surplus maupun kepada unit defisit. Bank melaksanakan beberapa tungsi dasar.

Untuk pengaturan dan pengawasan terhadap operasional bank umum, maka Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan, mengeluarkan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank, melaksanakan fungsi pengawasan, serta mengenakan sanksi terhadap bank. Fungsi pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan berkala dan sewaktuwaktu, maupun dengan analisis laporan yang disampaikan oleh masing-masing bank, baik dalam bentuk laporan berkala maupun dalam bentuk laporan lainnya.

Berikut ini beberapa kewajiban pelaporan bagi bank umum kepada Bank Indonesia, yang terdiri dari :

I. Laporan Berkala

A.  Secara harian

  1. Pasar Uang Antar Bank (PUAB) pagi – Rupiah
  2. Pasar Uang Antar Bank (PUAB) sore – Rupiah
  3. Pasar Uang Antar Bank (PUAB) valas
  4. Pasar Uang Antar Bank (PUAB) luar negeri
  5. Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS)
  6. Transaksi TOD/TOM/SPOT
  7. Transaksi Forward/Swap/Option
  8. Transkasi Derivatif Lainnya
  9. Posisi Akhir Hari Transaksi Derivatif Jual Bukan Investasi dengan Pihak Asing
  10. Posisi Akhir Hari Transaksi Derivatif Beli Bukan Investasi dengan Pihak Asing.
  11. Rekapitulasi Transaksi Derivatif.
  12. Perdagangan Surat Berharga di Pasar Sekunder.
  13. PDN Gabungan Kantor DN.
  14. PDN Gabungan Kantor DN & LN.
  15. Pos-pos Tertentu Neraca Gabungan Kantor DN.
  16. Pos-pos Tertentu Neraca Gabungan Kantor DN & LN.
  17. Laporan Proyeksi Arus Kas (Rupiah)
  18. Laporan Proyeksi Arus Kas (valas)
  19. Posisi Saldo Harian Pinjaman Luar Negeri Jangka Pendek Bank
  20. Posisi Harian Dana Usaha Kantor Cabang Bank Asing.
  21. Suku Bunga Penawaran
  22. Suku Bunga Dasar Kredit.
  23. Suku Bunga Kredit (Rupiah/valas).
  24. Suku Bunga Deposito Berjangka, Suku Bunga Tabungan dan Diskonto Sertifikat Deposito
  25. Tingkat Imbalan Deposito Investasi Mudharabah bank syariah.
  26. Laporan Giro Wajib Minimum.
  27. Laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).

B. Secara Mingguan

  1. Laporan Transaksi Derivatif.
  2. Laporan proyeksi arus harian maturity
  3. Laporan Pos-pos Neraca Mingguan.
  4. Laporan Pemantauan Giro Wajib Minimum.
  5. Laporan Dana Pihak Ketiga.
  6. Laporan Dana Pihak Ketiga milik Pemerintah.

C. Secara Bulanan

  1. Laporan transaksi structured product
  2. Laporan Sistem Informasi Debitur (SID)
  3. Laporan Restrukturisasi Kredit/Pembiayaan
  4. Laporan perkembangan alat pembayaran menggunakan kartu.
  5. Laporan Penyediaan Dana
  6. Laporan Maturity Profile
  7. Laporan Market Risk
  8. Laporan Lalu Lintas Devisa
  9. Laporan KPMM dengan memperhitungkan risiko pasar
  10. Laporan Keuangan Publikasi Bulanan pada website BI.
  11. Laporan investasi mudharabah (untuk bank yang melakukan kegiatan usaha dengan prisip syariah)
  12. Laporan Deposan dan Debitur Inti
  13. Laporan Debitur (SID)
  14. Laporan Daftar Hitam Nasional
  15. Laporan Bulanan Bank Umum (LBU) / laporan Bulanan Bank Umum Syariah (LBUS).
  16. Laporan Bulanan
  17. Laporan BMPK
  18. Laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)

D. Secara Triwulanan

  1. Penilaian Tingkat Kesehatan (disampaikan ke BI apabila diminta)
  2. Laporan Risk Profile
  3. Laporan Realisasi Rencana Bisnis (Business Plan)
  4. Laporan profil risiko secara konsolidasi
  5. Laporan Penanganan Pengaduan Nasabah
  6. Laporan penanganan dan penyelesaian pengaduan Nasabah
  7. Laporan Keuangan Publikasi Bank.
  8. Laporan Keuangan Publikasi
  9. Laporan Keuangan Perusahaan Anak Laporan Transaksi antara Bank dengan Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
  10. Distribusi Bagi Hasil bagi Nasabah

E.  Secara Semesteran

  1. Laporan Sumber dan Pengunaan dana Qardh, Laporan Sumber dan Penggunaan dana Zakat, Infaq, Shodaqah (ZIS).
  2. Laporan Pengawasan Dewan Komisaris tentang Pelaksanaan Rencana Kerja Bank..
  3. Laporan Pelaksanaan Tugas Direktur Kepatuhan.
  4. Laporan Pelaksanaan Rencana Kerja.
  5. Laporan Pelaksanaan dan Pokok-Pokok Hasil Audit Intern.

F.  Secara Tahunan

  1. Rencana Kerja BPR
  2. Rencana Bisnis.
  3. Laporan Teknologi Sistem Informasi
  4. Laporan Tahunan
  5. Laporan Struktur Kelompok Usaha
  6. Laporan Struktur Kelompok Usaha
  7. Laporan Rencana Penerimaan Pinjaman Luar Negeri
  8. Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance/GCG
  9. Laporan Keuangan Tahunan.
  10. Laporan Keuangan Tahunan
  11. Laporan Kaji Ulang Pihak Ekstern Terhadap Kinerja Audit Intern

II. Laporan Lainnya

  1. Laporan yang berkaitan dengan produk dan aktivitas baru bank
  2. Laporan yang berkaitan dengan operasional bank
  3. Laporan yang berkaitan dengan operasional bank
  4. Laporan yang berkaitan dengan kepengurusan bank
  5. Laporan yang berkaitan dengan kepengurusan bank
  6. Laporan yang berkaitan dengan kelembagaan bank
  7. Laporan yang berkaitan dengan kelembagaan bank
  8. Laporan transaksi keuangan mencurigakan (ke PPATK)
  9. Laporan transaksi keuangan mencurigakan (ke PPATK)
  10. Laporan khusus yang berkaitan dengan pembinaan dan pengawasan bank
  11. Laporan khusus yang berkaitan dengan pembinaan dan pengawasan bank.
  12. Perkembangan pengelolaan portofolio Treasury.
Comments
  1. dita pradita says:

    cek email ya mas..terimakasih..

  2. Hanz4 says:

    mas saya mau tanya kalau rekening pribadi, maksimal aliran dana perhari berapa ya mas? kalau misal perhari mencapai 1T itu akan ada sanksi atau tidak mas?
    terimkasih

    • dhycana says:

      bank tidak membatasi aliran dana nasabah baik dana masuk maupun dana keluar, namun untuk beberapa nilai nominal yang melebihi batasan tertentu, nasabah diwajibkan untuk mengisi form KYCP…intinya ini dana asalnya dari mana, untuk apa…selagi ngak ada masalah dengan dananya ngapain takut….

  3. ester says:

    mas, mau tanya neh… padahal pihak bank selalu mempertanyakan soal aliran dana tabunga para nasabahnya tetapi indikasi untuk pencucian uang msh bisa terjadi ya?? sebenarnya hanya iseng mas cuma kok jadi inget kasusnya Melinda Dee

    • dhycana says:

      Sebenarnya buka semua dana nasabah yang ditanya oleh bank, namun terkait dengan pemenuhan laporan PPATK, untuk nominal tertentu bank diwajibkan untuk melaporkan transaksi terkait dengan hal itu, singkatnya kalau sumber dana jelas “kenapa takut”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s